Hotline : (0725) 49490

Sejarah RSU Muhammadiyah Metro

artikel

a.        Tahap dan Perkembangan

Upaya pendirian RSU Muhammadiyah Metro telah dimulai sejak tahun 1967. Pada tahun itu, Pimpinan Cabang Muhammadiyah Kabupaten Lampung Tengah di Metro telah memiliki izin operasional Rumah Sakit Penolong Kesengsaraan Oemat (RS-PKO) Muhammadiyah dari LKES Propinsi Lampung yang ditandatangani oleh dr. Enjun sebagai Kepala LKES Provinsi Lampung.

Namun, pada perkembangan selanjutnya Pimpinan Muhammadiyah Cabang Kabupaten Lampung Tengah lebih terkonsentrasi pada upaya penyelamatan Universitas Muhammadiyah Jakarta Cabang Lampung di Metro sehingga upaya-upaya pengembangan RS PKO Muhammadiyah menjadi tidak maksimal.

Pada bulan Agustus 1982, Pimpinan Muhammadiyah Cabang Lampung Tengah berkembang menjadi Pimpinan Muhammadiyah Daerah (PMD) Lampung Tengah dengan Metro sebagai pusat gerakannya. Majelis PKS PMD Lampung Tengah bersama-sama dengan PMC Metro Raya, PMC Hadimulyo serta Pimpinan Aisyah Dearah (PAD) Metro mendirikan Balai Pengobatan Muhammadiyah dan Rumah Bersalin Aisyiyah yang berlokasi di Jalan Imam Bonjol 22 Hadimulyo. Untuk menanggulangi biaya operasional BP Muhammadiyah dan RB Aisyiyah ini, dikembangkan sistem dana sehat, yaitu upaya pembiayaan kesehatan bagi siswa dilingkungan sekolah Muhammadiyah dan TK ABA dengan sistem prabayar. Namun karena jauhnya jangkauan pelayanan, sistem pelayanan kesehatan ini kurang mendapat sambutan  dari  pengelola sekolah. Alhasil Balai Pengobatan Muhammadiyah berjalan dengan lamban, bahkan RB Aisyiah mengalami mati suri.

Pada tahun 2000 bersamaan dengan gerakan  otonomi daerah, Kabupaten Lampung Tengah dimekarkan menjadi 3 daerah otonom, yaitu Kabupaten Lampung Tengah dengan ibukota di Gunung Sugih, Kabupaten Lampung Timur ibukota di Sukadana dan Kota Metro. Pimpinan Daerah Muhammadiyah Lampung Tengah pun dimekarkan menjadi 3 Pimpinan Daerah, yairu PDM Lampung Tengah, PDM Lampung Timur dan PDM Kota Metro. Pada Musda I Kota Metro, Pendirian RSU Muhammadiyah Metro telah menjadi salah satu amanat Musda. Namun pada periode ini belum ada langkah-langkah kongkrit untuk mewujudkan Rumah Sakit karena kegiatan Majelis lebih terfokus pada kegiatan kesejahteraan sosial.

 

b.      b.        Tahun 2008Sekarang

Pendirian RSU Muhammadiyah Metro kembali diamanatkan oleh Musyawarah Daerah Muhammadiyah II Kota Metro periode 2005-2010. Dalam tanfidz keputusan musda tersebut, Musyawarah Daerah mengamanatkan kepada pengurus untuk mendirikan RSU Muhammadiyah Metro sebagai sarana dan media dakwah dengan cara mengembangkan Balai Pengobatan yang sudah ada atau dengan mendirikan Rumah Sakit yang baru.

Majelis Kesehatan dan Kesehatan Masyarakat (MKKM) PD Muhammadiah Kota Metro yang dipimpin dr. Hi. Makmuri Adnan, Sp.Rad. selaku leading sector menyambut baik keputusan musda tersebut. Setelah melakukan koordinasi beberapa kali, MKKM menetapkan Panitia Pendirian RSU Muhammadiyah Metro. Dari berbagai studi kelayakan dan beberapa analisa selama beberapa bulan, panitia pendirian RSU Muhammadiyah Metro yang diketuai oleh Drs, Hi. Amin HS, menetapkan lokasi di Jalan Soekarno Hatta No. 42 (bekas Rumah Bersalin “Amanah”) sebagai lokasi yang paling layak dan tepat untuk didirikan RSU Muhammadiyah Metro. Di atas tanah seluas 11.012 m², saat ini telah terbangun gedung seluas

Dari berbagai studi kelayakan dan beberapa analisa selama beberapa bulan, panitia pendirian RSU Muhammadiyah Metro yang diketuai oleh Drs. Hi. Amin HS, menetapkan lokasi di Jalan Soekarno Hatta No. 42 (bekas Rumah Bersalin “Amanah”) sebagai lokasi yang paling layak dan tepat untuk didirikan RSU Muhammadiyah Metro. Diatas tanah seluas 11.012 m2, saat ini telah terbangun gedung seluas +  7.128 m2 dengan berbagai fasilitas.

Berkat partisipasi aktif dari warga masyarakat, anggota dan simpatisan  Muhammadiyah, serta Pemerintah Kota Metro telah dilakukan penggalangan dana baik dalam bentuk sumbangan, wakaf, hibah maupun investasi. Berkat kegigihan dan keuletan dari berbagai pihak saat ini RSU Muhammadiyah Metro kini telah siap melayani pasien. RSU Muhammadiyah Metro mulai beroperasi sejak bulan Oktober 2007 dan diresmikan pada tanggal 22 Januari 2008 oleh Ketua Umum PP Muhammadiyah (Bapak Prof. Dr. Din Syamsuddin, M.A.) dengan dihadiri oleh drg. Naedial Roisdal (Staf Ahli Menkes), Ir.MS Joko Umar Said, MM (Asisten IV Sekprop Lampung), Hi. Lukman Hakim, SH,MM. (Walikota Metro).

 

Butuh Doktor untuk Checkup Penyakit ?