Prima Dalam Pelayanan Sebagai Perwujudan Rahmatan Lil Alamin

» Selamat Datang di Website RSU Muhammadiyah Metro
Fitrah Mencuci Tangan

Ditulis Oleh: Alhaya Firdaus Siddiq   Tanggal: 23 2017   Dilihat: 552 x


Fitrah Mencuci Tangan, Sehat dan Berpahala

H. AR. Hamdi, M.A.

 

Dalam hadits yang bersumber dari Aisyah RA, Rasulullah SAW menyebutnya ada sepuluh fitrah.

عَشْرٌ مِنَ الْفِطْرَةِ قَصُّ الشَّارِبِ وَإِعْفَاءُ اللِّحْيَةِ وَالسِّوَاكُ وَاسْتِنْشَاقُ الْمَاءِ وَقَصُّ الْأَظْفَارِ وَغَسْلُ الْبَرَاجِمِ وَنَتْفُ الْإِبْطِ وَحَلْقُ الْعَانَةِ وَانْتِقَاصُ الْمَاءِ قَالَ الرَّاوِيْ: وَنَسِيتُ الْعَاشِرَةَ إِلَّا أَنْ تَكُونَ الْمَضْمَضَةَ

Sepuluh macam dari fitrah, yaitu memotong kumis, memelihara jenggot, bersiwak, istinsyaq, memotong kuku, membasuh persendian (mencuci tangan), mencabut bulu ketiak, mencukur bulu kemaluan, istinja’ (cebok) dengan air.’ Lalu rawi berkata, ‘Aku lupa yang kesepuluh sepertinya berkumur-kumur.” (HR. Muslim dari Aisyah RA)

Para ulama berbeda pendapat mengenai fitrah. Abu Sulaiman Al-Khaththabi mengatakan bahwa mayoritas ulama mengatakan fitrah itu sunnah. Sebagian lagi ada yang mengatakan bagian dari agama. Lalu, sebagian yang lain berbeda pendapat akan wajibnya sebagian dari fitrah tersebut. Misalnya dalam masalah khitan, kumur-kumur, dan isytinsyaq.

Pada tema kali ini, kami mencoba mengetengahkan tema tentang mencuci tangan atau bagian fitrah yang secara umum disebut ghaslul baraajim (membasuh persendian). Ya, perkara mudah, ringan, tapi kaya manfaat dan berpahala. Bahkan, kalau kita masuk area rumah sakit dan klinik, pasti akan kita dapati di banyak sudut anjuran mencuci tangan.

Berkenaan dengan fitrah ghaslul baraajim (membasuh persendian) para ulama berbeda pendapat. Imam An-Nawawi mengatakan bahwa maknanya adalah mencuci tangan dan menye-nyela jari-jarinya. Namun sebagian ulama mengatakan bahwa membasuh persendian tersebut meliputi membersihkan telinga dari kotoran yang dapat mengganggu pendengaran, begitu juga kotoran yang terkumpul dalam hidung, serta kotoran-kotoran yang yang menempel di setiap anggota badan, seperti keringat, debu, dan lain-lain.

Terlepas dari perbedaan pemahaman tersebut, baik pendapat Imam An-Nawawi atau ulama-ulama lainnya semuanya menunjukkan akan anjuran untuk menjaga kebersihan dan kesehatan. Begitulah Islam memerhatikan perkara-perkara umat dari yang besar hingga yang sangat kecil dan dianggap sepele oleh kebanyakan orang. Tidak banyak orang yang tahu bahwa menjaga kebersihan badan yang dianggap kecil tersebut berasal dari ajaran Islam. Hampir semua orang mengira bahwa menjaga kebersihan dengan mencuci tangan, membersihkan telinga, membersihkan hidung, mandi untuk membersihkan debu dan keringat adalah hasil penemuan-penemuan ilmuan kesehatan modern. Padahal, itu semua telah diajarkan oleh Rasulullah SAW dan dijelaskan oleh para ulama salaf jauh sebelum bangsa barat mempunyai peradaban modern seperti saat ini.

Dalam buku ‘Ilmu Pengetahuan yang Paling Jorok’ yang disadur dari majalah ilmiah di Korea Selatan, disebutkan bahwa orang-orang Eropa dahulu masih sangat jorok dan kumuh. Mereka mandi setahun hanya satu atau dua kali, buang air besar di sembarang tempat, dan sebagainya. Bahkan, disebutkan bahwa asal mula sepatu hak tinggi wanita itu dikarenakan para wanita takut pakaiannya terkena kotoran manusia ketika mereka berjalan. Sebab, gaun mereka yang panjang sangat memungkinkan terkena kotoran manusia yang dibuang di sembarang tempat. Belum lagi, celana jins yang saat ini ngetren hampir di seluruh dunia merupakan pakaian yang didesain tahan tidak dicuci dalam waktu lama. Sebab, mereka tidak terbiasa mencuci pakaian. Kondisi tersebut merupakan kondisi sebelum Islam merambah ke daratan Eropa dan bangsa barat pada umumnya. Setelah mengenal peradaban Islam, mereka pun mengenal akan pentingnya kebersihan bagi manusia dan perkembangan ilmu pengetahuan mereka menjadi semakin maju hingga meninggalkan jauh peradaban Islam saat ini.

Namun demikian, sebagai seorang muslim harus mengakui bahwa fitrah untuk menjaga kebersihan tersebut bersumber dari ajaran Islam. Dimana, jike mereka melakukannya dengan niat untuk mengikuti sunah Rasulullah SAW karena Allah SWT maka pahala pun akan didapatkan. Terlebih, hal-hal fitrah menjaga kebersihan dengan membasuh persendian tersebut memiliki banyak manfaat bagi kesehatan manusia. Mencuci tangan misalnya, ahli kesehatan di manapun saat ini semuanya mengakui bahwa hal tersebut merupakan upaya untuk menjaga ksehatan yang sangat efektif. Sebab, tangan adalah merupakan bagian tubuh yang paling sering bersentuhan dengan benda-benda di sekitar kita, yang belum tentu terjamin kebersihannya. Dengan menyentuh, tentu dengan mudah pula kuman menempel di tangan kemudian berpindah ke tempat lain. Baik karena kemudian memegang benda lain atau bahkan menyentuh bagian tubuh kita sendiri.

Tangan merupakan anggota tubuh yang paling sering berhubungan langsung dengan seluruh anggota tubuh, teutama mulut dan hidung. Akibatnya, tangan yang kotor menjadi salah satu penghantar utama masuknya kuman/mikroba penyebab penyakit ke dalam tubuh. Sedangakan, mulut dan hidung merupakan pintu masuk kuman ke dalam tubuh. Di samping itu, banyak penyakit yang ditularkan melalui tangan, seperti  influenza, meningitis, hepatitis A, diare, penyakit kulit, dan gangguan usus. Bahkan, pada banyak kasus, anak yang menderita diare akut dapat berujung pada kematian. Perlu diketahui pula bahwa jika tangan manusia menyentuh tinja, maka akan terkontaminasi dengan lebih dari 10 juta virus dan satu juta bakteri yang dapat menimbulkan berbagai macam penyakit. Oleh sebab itu, cuci tangan yang bersih dengan sabun atau selainnya, merupakan fitrah yang tidak dapat diabaikan dan diremehkan.

Begitu pula dengan membersihkan kotoran di telinga dan hidung. Kotoran di telinga jika dalam waktu lama tidak dibersihkan maka akan menggumpal dan akibatnya akan mengganggu pendengaran. Sedangkan, kotoran hidung yang tidak dibersihkan akan mengganggu pernapasan. Jadi, keduanya juga harus sering dibersihkan agar tetap terjaga kesehatannya dan tidak menggnggu fungsinya.

Belum lagi dengan membersihkan debu dan keringat dari tubuh. Sudah tidak asing lagi jika keringat yang menempel di badan jika bercampur dengan bakteri yang berasal dari debu dan lainnya akan membuatnya menjadi berbau tidak sedap. Jika dalam waktu lama tidak dibersihkan, hal itu juga akan mengakibatkan banyak penyakit, seperti kadas, kurap, kutu air, dan penyakit kulit lainnya.

Fitrah membasuh persendian juga tidak ada ketentuan waktunya. Jadi, ketika tangan memegang benda yang kotor maka segaralah dibersihkan. Begitu pula dengan telinga, hidung, atau anggota tubuh lainnya saat terkena kotoran maka harus segara dibersihkan.

Begitulah keindahan Islam. Hal-hal terkecil pada umatnya selalu diperhatikan dengan sebaik-baiknya. Jika kita telah tahu manfaat fitrah mencuci persendian bagi kesehatan, serta mengerti akan keutamaannya sebagai sunnah Rasulullah SAW, apa lagi yang kita jadikan alasan untuk mengabaikannya. Dengan melakukan fitrah tersebut, kesehatan akan selalu terjaga dan pahala beramal sunnah pun akan didapatkan. (red.ugi)


Share on twitter
Berikan Komentar
Back to Top