Hotline : (0725) 49490

Pentingnya Ilmu Pemulasaran Jenazah || Mahasiswa PPL IAIN Metro

artikel

Metro- Mahasiswa PPL IAIN Metro diketuai oleh M.Yunan Nabawi yang beranggotakan Reeza Juwita dan Umi Musyarofah,  melakukan praktik perawatan jenazah atau yang sering dikenal dengan pemulasaraan jenazah di Masjid Asy-syfa dan kamar jenazah RSU Muhammadiyah Metro, Selasa (11/2).

 

Pelatihan Pemulasaan jenazah dilaksanakan selama dua hari, mulai dari tanggal 11 sampai 12 Februari 2020. Pada hari pertama mahasiswa diajarkan bagaiamana cara mengukur dan memotong kain kafan yang akan digunakan serta bagaimana cara mengkafani jenazah, sedangkan di hari kedua mahasiswa belajar bagaimana cara memandikan jenazah yang baik sesuai dengan syariat islam dan sesuai dengan kesehatan.

 

Tidak ada aturan yang memberatkan di syariat islam. “Apabila tiga tali saja sudah tertutup dan rapi 3 saja boleh, itu sesuai kebutuhan. Yang terpenting jumlahnya ganjil, tiga, lima atau tujuh” ucap Ibu Tisngatun Munawaroh selaku salah satu Bina Rohani, kordinator pemulasaran jenazah di RSU Muhammadiyah Metro.

 

Ibu Tisngatun menambahkan, sebelum memandikan jenazah ada hal yang harus dilakukan yaitu menggunakan APD (Alat Pelindung Diri), hal itu dilakukan untuk melindungi petugas dari kontaminasi, pencegahan penularan penyakit, pada saat melakukan pemulasaraan jenazah.

 

Memakai APD itu penting, karena kita tidak tahu secara detail apa yang penyakit yang diidap oleh jenazah, maka dari itu sebelum pemulasaraan jenazah hendaknya orang yang memandikan atau yang sedang bertugas dalam pemulasaraan jenazah menggunakan APD” katanya.

 

Adapun dalam memandikan jenazah mempunyai beberapa unsur penting. Selain penggunaan APD seperti masker, sarung tangan karet dan celemek, jenazah harus dalam keadaan tertutup auratnya menggunakan kain basahan serta ditempatkan di tempat yang tertutup. Sebelum pemandian jenazah dimulai, jenazah harus dibersihkan anggota badannya terlebih dahulu seperti memotong kuku, membersihkan telinga, membersihkan giginya sampai menekan perutnya dengan perlahan hingga kotorannya keluar. Beberapa peralatan yang dibutuhkan yaitu air bersih, air sabun, air yang dicampur daun bidara dan air yang dicampur kapur barus yang sudah di gerus.

  

Setelah jenazah dimandikan dan dikeringkan badannya, jenazah siap dikafani. Persipakan kapas yang dicampur bubuk cendana yang nantinya akan ditempatkan dibagian badan yang diantar kulit yang satu dengan yang lainnya bersentuhan dan di setiap bagian persendian. Adapun kain kafan yang digunakan jenazah laki-laki terdiri dari tiga lembar kain panjang sedangkan jenazah perempuan terdiri dari 5 lembar kain diantaranya, dua lembar kain panjang, satu kain untuk jilbab, satu kain basahan, dan satu baju kurung.

 

Untuk tali yang digunakan dari jenazah laki-laki maupun perempuan tidak ada ketentuan tetap hanya saja diharuskan ganjil, berjumlah tiga, lima atau tujuh dan ditalikan di sebelah kiri badan jenazah.

 

Pelatihan semacam ini, sangat bermanfaat sekali untuk kami semua, menjadi ilmu terapan, yang tidak kami dapatkan di kampus, menjadi modal dan bekal kami nantinya ketika terjun lansung di masyarakat. (Ungkap Yunan.)

 

Pelatihan tersebut bertujuan untuk mengajarkan bagaimana mahasiswa PPL dapat menerapkan cara yang benar terkait dengan pemulasaraan jenazah sesuai syariat islam. kegiatan ini diikuti oleh beberapa karyawan Rumah Sakit Umum (RSU) Muhammadiyah Metro dan tiga mahasiswa Bimbingan Penyuluhan Islam (BPI) IAIN Metro yang sedang melakukan PPL di sana. (Oci)

Related Post


Comment

Form Comment

Butuh Doktor untuk Checkup Penyakit ?